Sebenarnya agak beban juga untuk menulis artikel ini. Mengingat saya merasa belum segitunya berpengalaman. Setidaknya, artikel ini dapat berbagi pengalaman mengenai cara mudah untuk menulis. Artikelnya pun jadi berkesan sedikit serius...
Setelah tulisan pertama membahas mengenai manfaat serta pengalaman saya menulis, dalam serial kedua ini kita akan membahas mengenai bagaimana cara menulis mudah. Menulis yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah tulisan untuk blogger saja sedangkan untuk mengembangkan bakat menulis sebuah karya sastra seperti cerpen atau novel tentunya ada langkah-langkah yang berbeda. Terus terang untuk menulis karya sastra, ilmu saya tidak mencukupi dan tidak PD…he…he.
Bagi saya, menulis itu sama dengan bercerita. Kebanyakan orang, menulis bukan kebiasaan. Lebih banyak dari kita terbiasa untuk bercerita lisan. Baik menulis maupun bercerita/bertutur mengandung unsur sama yaitu tema, pesan serta kedetailan penuturan. Hanya saja menulis berbentuk tulisan sedangkan bercerita atau bertutur dalam bentuk lisan. Unsur-unsur tersebut mendasari saya ketika memaparkan bagaimana menulis dengan mudah. Dimulai dari langkah-langkah untuk menentukan tema, pesan serta penyusunan detail tersebut.
Selanjutnya saya akan memaparkan langkah pertama yaitu menentukan tema. Tema adalah ide pokok tulisan. Fungsi tema sebagai kerangka besar yang menentukan arah dan tujuan penulisan. Kalau tema sudah ditentukan maka tulisan tidak akan melantur kemana-mana. Dengan kata lain tema membantu penulis untuk focus di sebuah bahasan saja.
Tema bisa diangkat dari berbagai hal. Pengalaman hidup, dari tulisan orang lain (kalau memang dimasukkan sebagai sumber, di sebutkan ya pustakanya), dari sharing teman-teman. Banyak hal khan bisa kita gunakan sebagai tema. Sekedar curhat juga gak apa-apa kok. Tokh sekedar tulisan curhat kemudian tidak menjadi penentu pentingnya sebuah pesan di hadapan pembaca. Kalau melalui tulisan curhat membawa pesan yang lebih baik dari tulisan lainnya ya dituangkan saja. Intinya curhat tidak membatasi pentingnya pesan yang akan ditangkap oleh pembaca khan…………………
Selain itu tema juga membantu anda untuk menentukan pesan yang ingin disampaikan ke pembaca. Ini langkah saya yang kedua, pesan. Pesan adalah nilai-nilai penulis yang ingin disampaikan ke pembaca melalui tulisan tersebut. Kalau tema, saya ibaratkan sebagai kerangka maka pesan adalah ruh sebuah tulisan. Ini menyebabkan mengapa tidak ada tulisan tanpa berisikan muatan pesan. Sekarang terserah pada si penulis apakah mau disebutkan dalam tulisan secara implicit atau eksplisit . Oh iya pesan seringkali saya gunakan untuk menentukan judul.
Baru setelah kedua hal tersebut ditentukan maka penulis akan menguraikan tema dan pesan melalui tulisan. Kalau anda kesulitan untuk menentukan apa saja yang ingin diuraikan…buat saja beberapa point-point penting. Umumnya point pertama digunakan sebagai pendahuluan. Isinya adalah mengajak pembaca memahami mengapa pentingnya tulisan ini dibuat serta apa yang mendasari anda tertarik untuk menulis. Untuk point terakhir digunakan untuk menyampaikan penutup yaitu kesimpulan dari tulisan. Saran atau rekomendasi juga bisa dimasukkan sebagai closing. Baru dari setiap point tersebut ditambahkan detail-detail. Patut diingat bahwa fungsi detail dalam tulisan untuk memperjelas. Bukan untuk membuat cerita di dalam cerita. Detail namun tetap fokus
Seberapa banyak detail yang ingin anda masukkan tentu saja tergantung selera. Itulah mengapa setiap tulisan menjadi cara yang baik untuk mengekspresikan diri. Setiap orang punya cara untuk mengekspresikan diri melalui kedetailan tulisan. Istilah untuk mengenal bagaimana seorang pengarang dalam mengekspresikan diri dalam tulisan disebut sebagai gaya bahasa. Gaya bahasa seorang penulis lain dengan lainnya sangat khas. Gaya bahasa tidak bisa ditiru. Paling yang bisa dilakukan seorang penulis untuk menyamakan gaya bahasa adalah pada tingkatan mirip. Mirip ....bukan sama. Jadilah diri anda sendiri ketika menulis.
Ada beberapa hal yang dapat membantu untuk menentukan detail tulisan. Kekayaan pengalaman si penulis menjadi hal utama. Oleh karenanya sebagai penulis yang baik maka anda harus banyak membaca, mengamati dan belajar dari pengalaman orang lain. Dalam tulisan “menulis itu menyenangkan” pertama, saya pernah menulis bagaimana Pramoedya perlu melakukan riset untuk menyusun buku Panggil Aku Kartini Saja. Demikian pula bagi seorang penulis di blogger, membaca, mengamati dan belajar dari pengalaman orang lain sangat menentukan kedetailan tulisan.
Ada beberapa hal yang dapat membantu untuk menentukan detail tulisan. Kekayaan pengalaman si penulis menjadi hal utama. Oleh karenanya sebagai penulis yang baik maka anda harus banyak membaca, mengamati dan belajar dari pengalaman orang lain. Dalam tulisan “menulis itu menyenangkan” pertama, saya pernah menulis bagaimana Pramoedya perlu melakukan riset untuk menyusun buku Panggil Aku Kartini Saja. Demikian pula bagi seorang penulis di blogger, membaca, mengamati dan belajar dari pengalaman orang lain sangat menentukan kedetailan tulisan.
Beberapa hal lain yang juga harus diperhatikan adalah kesantunan. Blogger seperti halnya tulisan artikel juga memiliki pedoman dalam menulis. Jangan memasukkan tulisan bermuatan SARA, provokatif atau hal-hal negatif. Patutnya kita menyaring dulu tulisan yang akan dimuat. Blogger itu memang membebaskan kita untuk menulis namun tetap bertanggungjawab.
Oh iya sering-seringlah berlatih.…Kemudahan untuk menulis juga di dasarkan pada keseringan kita melakukan. Semoga tulisan ini dapat lebih banyak memotivasi dan membantu anda untuk mengembangkan potensi menulis. Mari menulis….menulis itu menyenangkan !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar