Rabu, 04 Mei 2011

MERAWAT HEWAN PELIHARAAN

Dedicated to almarhum dan almarhumah segala jenis hewan peliharaan yang telah dirawat oleh keluarga kami……………………………………..
Dalam rangka untuk memberikan pelajaran bertanggung jawab dan kasih sayang kepada Denia, akhirnya aku dan suami memutuskan untuk merawat hewan peliharaan.  Menurut buku bimbingan perkembangan anak, hewan peliharaan dapat mengembangkan kecerdasan emosional anak. Diantaranya karena mengajarkan tanggung kepada anak, mengajarkan arti penting proses-proses  dalam kehidupan (kematian, kelahiran, perkembangan). Memberikan cinta, kesetiaan, perhatian dan kesenangan secara tanpa syarat. Memberikan teman bermain disaat hatinya sedang gundah. Melatih anak untuk selalu mengasihi dan menyayangi sesama …..dll.
Melihat manfaatnya yang sangat positif bagi perkembangan emosional anak….dengan semangat, kami akhirnya memilihkan hewan peliharaan pertama kepada Denia yaitu ikan mas cupang !! Ikan yang kami anggap paling gampang pemeliharaan.Alias gak gampang mati. Ketika pertama kali melihat wuahhhh….Denia seneng banget sekaligus terheran-heran, pengen ngobok-ngobok air dan takut…
Denia kemudian kami bimbing: berapa kali dan seberapa banyak untuk memberikan makan, kemudian ikannya tidak boleh diganggu, melihat perkembangannya, melihat bagian-bagian tubuh ikan. Tugas Denia cukup hanya itu saja (disesuaikan dengan usianya yang 2,5 tahun). Jadi tugas perawatan lain-lain masih saya yang mengerjakan. 
Melihat perkembangannya yang bagus, kami kemudian memutuskan untuk menambah jenis hewan peliharaan untuk Denia.  Untuk hewan peliharaan selanjutnya adalah kura-kura. Pertimbangannya, ya balik lagi karena paling mudah dipelihara.
Ternyata baru pada hewan peliharaan kura-kura dan selanjutnya berbagai kisah tragis mengiringi cerita kami untuk mengajarkan hewan peliharaan. Sebagian besar ternyata bukan karena kecerobohan Denia namun justru kami. Kecerobohan pertama adalah salah mengenali. Kok bisa !! Ceritanya, mata saya yang berminus empat ternyata salah mengenali antara batu dan kura-kura. Jadi kura-kura-nya saya buang dan batunya saya sikat. Setelah akuarium diletakkan kembali, baru saya sadar…he..he. Konyol banget khan. 
Denia-nya jadi sedih banget. Kehilangan kura-kura kesayangannya. Maaf ya mbak Denia.…
Kecerobohan kedua giliran si bapaknya anak-anak. Waktu itu giliran dia untuk menjemur kura-kura namun karena kelupaan, hasilnya adalah kura-kura yang kering dikerubungi semut..Setelah itu bergantian, hewan peliharaan kami bertumbangan. Dari ikan mas koki yang tiba-tiba perutnya kembung dan hamster yang terjepit besi pintu kandangnya.
Khusus hamster, kami bahkan sempat “kursus singkat” sama teman yang pernah punya, kandang pun sempat di perbesar + mainannya ditambah. Namun hasilnya sama saja, si hamster mati juga setelah dua kali sempat meloloskan diri dari kandang……
Duh..ternyata merawat hewan peliharaan untuk saat ini bukan bakat kami. Akhirnya aku dan suami memutuskan untuk sementara ini tidak lagi memelihara hewan peliharaan. Kami memutuskan untuk mengganti dengan tumbuhan saja.…Kalau bertanam memang hobi saya dulu. Nanti suatu saat kami akan mencoba kembali.
Nah dari pengalaman kami mengajarkan hewan peliharaan pada Denia ini, ada beberapa pelajaran yang dapat dipetik, yaitu:
Pertama, pilihkan hewan peliharaan yang sesuai dengan umur dan karakteristik anak. Biasanya orang tua memilihkan hewan peliharaan karena penampilannya si hewan saja sedangkan pertimbangan kemampuan perawatan dikesampingkan. Hasilnya si anak dan orang tua sebagai pembimbing jadi kerepotan.
Kedua, sesuaikan tugas yang dilimpahkan ke anak dengan kemampuan si anak sendiri
Ke tiga, orang tua yang membimbing anak harus lebih dahulu dibekali dengan pengetahuan yang cukup mengenai hewan peliharaan.
Kondisi ini berbeda apabila ternyata si orang tua sudah lebih dahulu memelihara hewan peliharaan tertentu maka orangtua tinggal melanjutkan dan mengenalkan saja.

Denia dan Qila, nanti kita pelihara hewan lagi ya…dan semoga kisah tragisnya tidak terulang lagi. Amin….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar