Maafkan ibu ya Nak jika ada timbul kesan tak sayang seperti yang dinilaikan orang. Kasih sayang ibu hanya ditujukan untuk siap melepas dirimu. Supaya dirimu tak berkesulitan untuk menghargai. Belajar melihat sisi-sisi lain dari kehidupan. Belajar untuk berempati…dan terutama belajar untuk mengambil setiap keputusan melalui pertimbangan dan terbaik dan kemudian berani menanggung resiko. Belajar untuk melangkah maju setiap kali dirimu menemui kegagalan…belajar bahwa setiap kali belajar maka akan ada seribu hal lagi yang kita harus belajar.
Maafkan ibu jika mungkin tak begitu saja memberikan barang dengan merek tertentu yang mungkin diidamkan oleh seribu anak lain. Ibu hanya tidak mau bila nantinya dirimu makin dewasa hanya mampu menilai sebuah kesuksesan diukur dengan merek-merek itu. Masih banyak pengukuran kesuksesan yang dapat menjadikan kita berharga. Masih banyak kesuksesan yang kita dapat nilai dari setiap kehidupan seseorang.Maafkan ibu juga berkesan tak menuruti keinginanmu karena ibu berharap dirmu belajar untuk menghargai sebuah proses.Dengan demikian kesuksesan tidak hanya diukur dengan hasil akhir. Ibu akan menghargai apabila kau melewati proses tersebut dengan segala jerih payahmu. Ibu ingin bila nantinya dirimu belajar bahwa pencapaian harus melewati proses. Proses yang mungkin tak indah namun memberikan nilai berharga. Proses yang pasti akan membuat dirimu akan menjadi seseorang lebih baik.
Maafkan ibu juga bila tidak mengabulkan permintaan yang kamu inginkan. Menggantikannya dengan setumpuk mainan yang kita buat sendiri dari selembar kardus bekas, kertas majalah bekas…potong sendiri…tempel sendiri. Ternyata hancur…bikin lagi…tapi banyak waktu yang akhirnya kita dapat lewatkan. Makin mengenal dirimu…
Maafkan ibu jika suatu saat ketika dirimu ingin sekali melihat konser seorang bintang..tapi tak ibu kabulkan. Maaf ya Nak…masih banyak sosok lain yang bisa kau teladani…mengilhami kita untuk tetap maju. Kalau memang seorang bintang tersebut kita kagumi karena suaranya…bukankah sudah cukup kita dengarkan saja. Kalau di konser khan justru kita tak dapat menikmati..he..he berisik Nak. Mana macet lagi..
Benar-benar, maafkan ibu ya Nak…anakku jika suatu saat ketika kau harus mandiri. Mencari petualangan..Mempelajari bagaimana kehidupan seharusnya selalu dipenuhi kebermanfaatan...ibu hanya berharap sudah cukup membekali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar