Kamis, 28 April 2011

A Bucket of List (1)

Once upon a time….alias sak wijine dina, aku dan suamiku nonton film. Ceritanya mengenai dua sahabat yang menghadapi kematian (karena sakit kanker) dengan menolak pasrah dan kemudian membuat daftar harapan. Mulailah dua sahabat tersebut berpetualang melewati berbagai peristiwa dan melewati berbagai Negara sampai ke Tibet. Kalau gak lupa….bintangnya Morgam Freeman dan Jack Nicholson. Jadi gak ada deh penampilan bintang yang ganteng. Semua bintang kadaluwarsa…tapi aktingnya bagus banget. Judul film itu ya “The Bucket List” itu. Recommended untuk ditonton.
A Bucket of List sendiri bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai daftar keinginan..atau juga bisa di bilang daftar harapan. Nyatanya sih, terserah banyaknya harapan mau satu, dua atau se-gayung apa sebaskom, tetep bilangnya se-bucket…he..he...he
 Dalam film itu membuat aku (semoga menjadi kita) menyadari bahwa ternyata kehidupan manusia sekian banyaknya dipenuhi oleh harapan. Setiap detik pasti gak lepas dari harapan, Bahkan dalam doa. Doa yang aku bagiku adalah hubungan paling privasi antara manusia dan Tuhannya tak lain berisikan harapan-harapan. Demikian pula dalam langkah kehidupan berhubungan manusia dengan manusia, kita tak pernah lepas dari harapan itu sendiri.
Perjalanan hidupku sendiri ya gak jauh dari harapan-harapan. Sebagian besar kekuatan dalam menjalani hidup itu juga gak jauh dari harapan...selain anak-anakku tentunya. Harapan juga yang terkadang membuat aku bertahan. Kekuatan yang demikian besar bahkan ketika mungkin banyak orang sudah menyerah. Tapi gak semua harapan tersebut juga aku mampu wujudkan. Contohnya; terakhir ini..pengen banget selesai kuliah lagi. ternyata kepentok ama kerjaan dan urusan rumah (anak-anak sih...klo suami cukup kasih senyuman manis aja..he..he). Pengennya sih biar kuliah lagi, dapet beasiswa ke luar negeri terus bisa bawa anak2 berpetualang keliling dunia....jauh sekali.Ternyata..kondisi fisik gak bisa nipu. Mulai deh bermunculan keluhan dari vertigo yang lumayan parah.. perut mulai kram lagi...serangan asma makin sering terus..... bleg....tepar deh. 
Tapi...aku gak pernah memungkiri bagaimana harapan dapat mempengaruhi kehidupanku....next time ya cerita tentang a bucket of list-nya di-share lagi. Klo di share di satu artikel nanti gak muat. Alahh...kaya komik aja..pake season gitu..:p
Begitu besar kekuatan harapan dalam kehidupan membuat kita terkadang gak nyadar klo dengan harapan membuat kita mampu melakukan sesuatu yang seolah tak tercapai. Harapan-harapan tersebut membuat kita mampu bertahan di saat mungkin orang lain menyerah. Singkatnya, terkadang kekuatan kita mungkin tergantung hanya pada harapan. Ke depan..yang pasti semoga lebih baik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar