Ceritanya….kali ini mbak Denia sedang mencoba ketrampilan baru yaitu menggunakan kamera. Sudah lama sih mbak Denianya tertarik menggunakan kamera. Pertamanya, sih mbak denia heran kok wajahnya ada dalam sebuah kamera….atau wajah adiknya yang barusan dilihatnya tiba-tiba sudah ada menjadi foto. Ibu dan ayah khan memang suka mengabadikan berbagai moment terutama moment perkembangan mbak Denia dan dik Qila. Jadinya setiap kali ibu atau ayah sehabis menggunakan kamera, Mbak Denia dan Dik Qila maunya langsung melihat hasilnya bagaimana.
Lama-lama mungkin karena melihat ayah dan ibu kok kayanya asyik menggunakan kamera….Mbak Denia mulai minta diajarin untuk menggunakan kamera. Pertamanya sih saya deg-degan, takut kameranya rusak. Maklum…bayangan saya khan klo anak kecil sukanya otak atik dan belum punya rasa hati-hati. Dengan deg-degan, saya mulai mengenalkan prinsip-prinsip “cara mudah” menggunakan kamera. Akhirnya, Mbak Denia belajar mengenal prinsip kamera adalah menangkap cahaya…saya ibaratkan seperti kalau mata melihat khan membutuhkan cahaya…jadi kalau terang akan lebih mudah melihat benda. Nah kamera juga begitu..harus memiliki cahaya yang cukup supaya kameranya dapet mengenali ini gambar apa (eh, bener gak sih prinsip kamera kaya gitu ?? Mohon masukannya ya. Terimakasih…..). Mbak Denia juga belajar mengkoordinasikan ke dua tangan bahkan sampai sampai ke tingkatan jari-jarinya karena ketika memegang kamera tidak hanya sekedar memegang namun juga harus menstabilkan kamera sekaligus harus mampu memencet kameranya. Saat-saat pertama sih banyak hasil foto yang kabur gara-gara kameranya getar. He…he…Mbak Denianya jadi suka kesel “kok gak kaya ibu dan ayah sih”. …
Ternyata setelah beberapa saat, Mbak Denia sudah bisa menggunakan kamera dengan baik. Maksud saya dengan baik adalah mulai bisa mengarahkan kamera pada objek sehingga gak ada lagi foto objek yang kepotong atau malah meleset lagi….dab sudah mulai bisa mengenali cahaya terang dan gelap. Sampai tahapan sekarang, menurut saya ketrampilan mbak Denia sudah cukup. Apalagi mengingat kemampuan saya sendiri mengenai penggunaan kamera sangat terbatas.
And the end ….ketika Mbak Denia belajar mengggunakan kamera ternyata memunculkan beberapa pelajaran yang dapat dipetik. Ada keuntungan lain dari belajar menggunakan kamera yaitu Mbak Denia jadi lebih memperhatikan kejadian-kejadian alam. Misalkan Mbak Denia kemaren memperhatikan kok ada awan di atas air (maksudnya bayangan awan yang jatuh di atas permukaan air). Suatu saat mbak Denia juga jadi lebih memperhatikan bagaimana gerakan sayap kupu-kupu yang sedang terbang.
Saya sendiri juga belajar untuk tidak begitu saja memberikan judgment negative atas kemampuan anak. Kekhawatiran saya bahwa mbak Denia akan merusak kamera ternyata tidak terbukti. Asalkan diberikan instruksi-intruksi yang mudah dipahami oleh anak…..mereka bisa kok. Misalkan bahasakan saja dengan mudah intruksi untuk jangan dibanting, mana yang boleh dipencet. Setelah itu berikan contoh yang sejelas-jelasnya.
Setelah moment mbak denia belajar menggunakan kamera…jadi tidak sabar moment apalagi ya yang dilakukan oleh Mbak Denia


Tidak ada komentar:
Posting Komentar